Pages

Ads 468x60px

Headlines News :
Tampilkan postingan dengan label Laporan Praktikum. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Laporan Praktikum. Tampilkan semua postingan

Kamis, 29 November 2012

LAPORAN PRAKTIKUM ZOOLOGI VERTEBRATA BURUNG MERPATI ( Columba domestica )

LAPORAN PRAKTIKUM
ZOOLOGI VERTEBRATA
BURUNG MERPATI ( Columba domestica )

Diajukan untuk Memenuhi Tugas Mandiri Laporan Praktikum
Mata Kuliah : Zoologi Vertebrata
Dosen : Yuyun Maryuningsih, S.Si, M.Pd.


IAIN







Oleh :

NAMA          : Eltra Cyta Ocktora
NIM              : 59461264
KELAS         : Biologi D/4
KELOMPOK: VI
ASISTTEN   : Abdul Majid
                        Nia Daniah



LABORATORIUM BIOLOGI
JURUSAN BIOLOGI FAKULTAS TARBIYAH
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) SYEKH NURDJATI
CIREBON
2011



BURUNG MERPATI ( Columba domestica )

I.          TUJUAN
Untuk mengetahui Morfologi, Anatomi dan Taksonomi dari Burung Merpati ( Columba domestica ).

II.       LANDASAN TEORI
Meskipun burung berdarah panas, ia berkerabat dekat dengan reptil. Bersama kerabatnya terdekat, suku Crocodylidae alias keluarga buaya, burung membentuk kelompok hewan yang disebut Archosauria.
Diperkirakan burung berkembang dari sejenis reptil di masa lalu, yang memendek cakar depannya dan tumbuh bulu-bulu yang khusus di badannya. Pada awalnya, sayap primitif yang merupakan perkembangan dari cakar depan itu belum dapat digunakan untuk sungguh-sungguh terbang, dan hanya membantunya untuk bisa melayang dari suatu ketinggian ke tempat yang lebih rendah.
Burung masa kini telah berkembang sedemikian rupa sehingga terspesialisasi untuk terbang jauh, dengan perkecualian pada beberapa jenis yang primitif. Bulu-bulunya, terutama di sayap, telah tumbuh semakin lebar, ringan, kuat dan bersusun rapat. Bulu-bulu ini juga bersusun demikian rupa sehingga mampu menolak air, dan memelihara tubuh burung tetap hangat di tengah udara dingin. Tulang belulangnya menjadi semakin ringan karena adanya rongga-rongga udara di dalamnya, namun tetap kuat menopang tubuh. Tulang dadanya tumbuh membesar dan memipih, sebagai tempat perlekatan otot-otot terbang yang kuat. Gigi-giginya menghilang, digantikan oleh paruh ringan dari zat tanduk.
Kesemuanya itu menjadikan burung menjadi lebih mudah dan lebih pandai terbang, dan mampu mengunjungi berbagai macam habitat di muka bumi. Ratusan jenis burung dapat ditemukan di hutan-hutan tropis, mereka menghuni hutan-hutan ini dari tepi pantai hingga ke puncak-puncak pegunungan. Burung juga ditemukan di rawa-rawa, padang rumput, pesisir pantai, tengah lautan, gua-gua batu, perkotaan, dan wilayah kutub. Masing-masing jenis beradaptasi dengan lingkungan hidup dan makanan utamanya.
Maka dikenal berbagai jenis burung yang berbeda-beda warna dan bentuknya. Ada yang warnanya cerah cemerlang atau hitam legam, yang hijau daun, coklat gelap atau burik untuk menyamar, dan lain-lain. Ada yang memiliki paruh kuat untuk menyobek daging, mengerkah biji buah yang keras, runcing untuk menombak ikan, pipih untuk menyaring lumpur, lebar untuk menangkap serangga terbang, atau kecil panjang untuk mengisap nektar. Ada yang memiliki cakar tajam untuk mencengkeram mangsa, cakar pemanjat pohon, cakar penggali tanah dan serasah, cakar berselaput untuk berenang, cakar kuat untuk berlari dan merobek perut musuhnya.
Burung berkembang biak dengan bertelur. Telur burung mirip telur reptil, hanya cangkangnya lebih keras karena berkapur. Beberapa jenis burung seperti burung maleo dan burung gosong, menimbun telurnya di tanah pasir yang bercampur serasah, tanah pasir pantai yang panas, atau di dekat sumber air panas. Alih-alih mengerami, burung-burung ini membiarkan panas alami dari daun-daun membusuk, panas matahari, atau panas bumi menetaskan telur-telur itu; persis seperti yang dilakukan kebanyakan reptil.
Akan tetapi kebanyakan burung membuat sarang, dan menetaskan telurnya dengan mengeraminya di sarangnya itu. Sarang bisa dibuat secara sederhana dari tumpukan rumput, ranting, atau batu; atau sekedar kaisan di tanah berpasir agar sedikit melekuk, sehingga telur yang diletakkan tidak mudah terguling. Namun ada pula jenis-jenis burung yang membuat sarangnya secara rumit dan indah, atau unik, seperti jenis-jenis manyar alias tempua, rangkong, walet, dan namdur.
Anak-anak burung yang baru menetas umumnya masih lemah, sehingga harus dihangatkan dan disuapi makanan oleh induknya. Kecuali pada jenis-jenis burung gosong, di mana anak-anak burung itu hidup mandiri dalam mencari makanan dan perlindungan. Anak burung gosong bisa segera berlari beberapa waktu setelah menetas, bahkan ada pula yang sudah mampu terbang.
Jenis-jenis burung umumnya memiliki ritual berpasangan masing-masing. Ritual ini adalah proses untuk mencari dan memikat pasangan, biasanya dilakukan oleh burung jantan. Beberapa jenis tertentu, seperti burung merak dan cenderawasih, jantannya melakukan semacam tarian untuk memikat si betina. Sementara burung manyar jantan memikat pasangannya dengan memamerkan sarang setengah jadi yang dibuatnya. Bila si betina berkenan, sarang itu akan dilanjutkan pembuatannya oleh burung jantan hingga sempurna; akan tetapi bila betinanya tidak berkenan, sarang itu akan dibuang atau ditinggalkannya.
Burung telah memberikan manfaat luar biasa dalam kehidupan manusia. Beberapa jenis burung, seperti ayam, kalkun, angsa dan bebek telah didomestikasi sejak lama dan merupakan sumber protein yang penting; daging maupun telurnya.
Di samping itu, orang juga memelihara burung untuk kesenangan dan perlombaan. Contohnya adalah burung-burung merpati, perkutut, murai batu dan lain-lain. Burung-burung elang kerap dipelihara pula untuk gengsi, gagah-gagahan, dan untuk olahraga berburu. Banyak jenis burung telah semakin langka di alam, karena diburu manusia untuk kepentingan perdagangan tersebut. Selain itu populasi burung juga terus menyusut karena rusaknya habitat burung akibat kegiatan manusia. Oleh sebab itu beberapa banyak jenis burung kini telah dilindungi, baik oleh peraturan internasional maupun oleh peraturan Indonesia. Beberapa suaka alam dan taman nasional juga dibangun untuk melindungi burung-burung tersebut di Indonesia.
Yang menyenangkan, beberapa tahun belakangan ini telah tumbuh kegiatan pengamatan burung (birdwatching) di kalangan pemuda dan pelajar. Kegiatan yang menumbuhkan kekaguman dan kecintaan pada jenis-jenis burung yang terbang bebas di alam ini, sekaligus merintis kecakapan meneliti alam terutama kehidupan burung di kalangan generasi muda tersebut.
III.    ALAT DAN BAHAN
III.1. ALAT
1.                  Bak preparat
2.                  Gunting
3.                  Cutter
4.                  Pinset
5.                  Penggaris
6.                  Alat tulis
7.                  Cairan chloroform
8.                  Jarum pentul

III.2. BAHAN
Burung Merpati ( Columba domestica )

IV.    LANGKAH KERJA
1.        Menyiapkan semua peralatan yang akan digunakan.
2.        Melakukan pembiusan pada hewan yang ajan diamati.
3.        Mengamati bagian morfologi tubuhnya, lakukan pengukuran panjanng bagian-bagian tubuhnya dari bagian anterior sampai posterior, setelah diamati kemudian digambar.
4.        Kemudian melakukan pembedahan terhadap hewan tersebut. Mengamati bagian anatomi dan digambar.
5.        Membuat laporan sementara setelah selesai pengamatan.
6.        Merapihkan dan mempersihkan meja kerja setelah selesai melakukan pengamatan.




V.       HASIL PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN
V.1. HASIL PENGAMATAN
Pengukuran
Burung Merpati
( Columba domestica )

a.       Panjang badan keseluruhan
b.      Lebar badan keseluruhan
c.       Panjang kepala
d.      Lebar kepala
e.       Panjang badan
f.       Lebar badan
g.      Panjang sayap
h.      Lebar sayap
i.        Diameter mata
j.        Panjang usus
k.      Jenis kelamin
l.        Lidah
32 cm
65 cm
5 cm
2,5 cm
19 cm
7 cm
30 cm
12 cm
0,7 cm
63 cm
Betina
2,5 cm

Burung Merpati ( Columba domestica )













V.2. PEMBAHASAN
Dari hasil praktikum yang keempat tentang zoology vertebrata dengan kelas Aves. Yang pertama kami mengamati morfologi Burung Merpati ( Columba domestica ) dapat kami amati dimulai dari Paruh terdapat maksila atau paruh bagian atas, mandibula atau paruh bagian bawah, Mata memiliki iris, pupil, kelopak mata dan membrane niktitans ( selaput kejap ), Sayap memiliki alula, bulu sayap primer, sekunder dan tersier, Lubang telinga berbulu dan terdapat penutup dari bulu, Ekor , terdapat kelenjar minyak pada ekor, apabila di pijit ada minyak yang keluar, dan kamipun melakukan penyembelihan terhadap hewan tersebut dan yang pertama kami amati adalah struktur bulu berdasarkan letaknya diantaranya Bulu sayap (Remiges), Bulu ekor (Rechices) , Bulu penutup (Tectrices), Bulu kapas (plumulae) dan Bulu jarum (filoplumae). Dapat kami jelaskan bulu berdasarkan susunan anatomis dibagi menjadi:
a.       Filoplumae, Bulu-bulu kecil mirip rambut tersebar di seluruh tubuh. Ujungnya bercabang-cabang pendek dan halus. Jika diamati dengan seksama akan tampak terdiri dari shaft yang ramping dan beberapa barbulae di puncak.
b.       Plumulae, Berbentuk berbentuk hampir sama dengan filoplumae dengan perbedaan detail.
c.        Plumae, Bulu yang sempurna.
d.       Barbae
e.        Barbulae, Ujung dan sisi bawah tiap barbulae memiliki filamen kecil disebut barbicels yang berfungsi membantu menahan barbula yang saling bersambungan.
Dan susunan plumae terdiri dari :
a.       Shaft (tangkai), yaitu poros utama bulu.
b.      Calamus, yaitu tangkai pangkal bulu.
c.       Rachis, yaitu lanjutan calamus yang merupakan sumbu bulu yang tidak berongga di dalamnya. Rachis dipenuhi sumsum dan memiliki jaringan.
d.      Vexillum, yaitu bendera yang tersusun atas barbae yang merupakan cabang-cabang lateral dari rachis.










Lubang pada pangkal calamus disebut umbilicus inferior, sedangkan lubang pada ujung calamus disebut umbilicus superior. Bulu burung pada saat menetas disebut neossoptile, sedangkan setelah dewasa disebut teleoptile.
Selanjutnya Menurut letaknya, bulu Aves dibedakan menjadi:
a.       Tectrices, bulu yang menutupi badan.
b.       Rectrices, bulu yang berada pada pangkal ekor, vexilumnya simetris dan berfungsi sebagai kemudi.
c.        Remiges, bulu pada sayap yang dibagi lagi menjadi:
d.       remiges primarie yang melekatnya secara digital pada digiti dan secara metacarpal pada metacarpalia.
e.        Remiges secundarien yang melekatnya secara cubital pada radial ulna.
f.        Remiges tertier yang terletak paling dalam nampak sebagai kelanjutan sekunder daerah siku.
g.        Parapterum, bulu yang menutupi daerah bahu.
h.       Ala spuria, bulu kecil yang menempel pada ibu jari
Semi plumae adalah kumpulan bulu barbula yang letaknya tersembunyi di bawah bulu-bulu luar. Selanjutnya kami mengamati bentuk Kaki (tarsometatarsus) mempunyai kulit dengan sisik-sisik tanduk seperti reptile jarinya terdapat empat buah dan arahnya 3 kebelakang dan 1 kedepan.
Dengan klasifikasi Burung Merpati ( Columba domestica ) sebagai berikut :
Kingdom    : Anmalia
Filum          : Chordata
Kelas           : Aves
Ordo           : Columbiformes
Famili          : Columbidae
Genus         : Columba
Spesies        : Columba domestic
Setelah kami mengamati macam-macam bulu kami melakukan pembedahan dan kami melakukan pengamatan anatomi dalam Burung Merpati ( Columba domestica ), dimulai dari Pengamatan tembolok, proventikulus, ventrikulus atau ampela, paru-paru, jantung, hati, usus halus, pancreas, limfa, usus besar, usus buntu, rectum, ginjal, ureter, ovarium, uterus dan kloaka. Dapat kami jelaskan system pernapasan pada Burung Merpati,n burung membutuhkan oksigen dalam jumlah yang jauh lebih besar, Aves bernafas dengan paru-paru yang berhubungan dengan kantong udara (sakus pneumatikus) yang menyebar sampai ke leher, perut dan sayap. Kantong udara terdapat pada Pangkal leher (servikal), Ruang dada bagian depan (toraks anterior), Antar tulang selangka (korakoid), Ruang dada bagian belakang (toraks posterior), Rongga perut (saccus abdominalis), dan Ketiak (saccus axillaris). Fungsi kantong udara tersebut dapat Membantu pernafasan terutama saat terbang, Menyimpan cadangan udara (oksigen), Memperbesar atau memperkecil berat jenis pada saat burung berenang, Mencegah hilangnya panas tubuh yang terlalu banyak.
Selanjutnya kami mengamati saluran pencernaan pada Burung Merpati ( Columba domestica ), Organ pencernaan pada burung terbagi atas saluran pencernaan dan kelenjar pencernaan. Burung merpati yang kami amati merupakan pemakan jagung.  Dan saluran pencernaan pada burung merpati  terdiri atas Paruh yang merupakan modifikasi dari gigi. Dan yang kedua, Rongga mulut yang terdiri atas rahang atas yang merupakan penghubung antara rongga mulut dan tanduk. Dan yang ketiga, Faring berupa saluran pendek, esofagus pada burung terdapat pelebaran pada bagian ini disebut tembolok, berperan sebagai tempat penyimpanan makanan yang dapat diisi dengan cepat dan yang keempat, Lambung terdiri atas Proventrikulus (lambung kelenjar) banyak menghasilkan enzim pencernaan, dinding ototnya tipis. Ventrikulus (lambung pengunyah/empedal) ototnya berdinding tebal. Dan yang kelima, Intestinum yang terdiri atas usus halus dan usus tebal yang bermuara pada kloaka. Usus halus pada burung terdiri dari duodenum, jejunum dan ileum. Kelenjar pencernaan burung meliputi: hati, kantung empedu, dan pankreas. Pada burung merpati tidak terdapat kantung empedu.
Dan burung yang kami amati yaitu burung betina yang  terdiri dari Ovarium, ovarium aves yang berkembang hanya yang kiri, dan terletak di bagian dorsal rongga abdomen. Saluran reproduksi, oviduk yang berkembang hanya yang sebelah kiri, bentuknya panjang, bergulung, dilekatkan pada dinding tubuh oleh mesosilfing dan dibagi menjadi beberapa bagian, bagian anterior adalah infundibulum yang punya bagian terbuka yang mengarah ke rongga selom sebagai ostium yang dikelilingi oleh fimbre-fimbre. Dan di posteriornya adalah magnum yang akan mensekresikan albumin, selanjutnya istmus yang mensekresikan membrane sel telur dalam dan luar. Uterus atau shell gland untuk menghasilkan cangkang kapur.

VI.    KESIMPULAN
Dapat kami simpulkan dari hasil praktikum dan pembahasan diatas yang telah kami lakukan dengan spesies yang kami amati spesies Burung Merpati ( Columba domestica ) yaitu,
Secara morfologi dapat kami simpulkan :
a.       Paruh (maksila atau paruh bagian atas, mandibula atau paruh bagian bawah),
b.      Mata memiliki iris, pupil, kelopak mata dan membrane niktitans ( selaput kejap )
c.       Sayap memiliki alula, bulu sayap primer, sekunder dan tersier.
d.      Lubang telinga berbulu dan terdapat penutup dari bulu.
e.       Ekor , terdapat kelenjar minyak pada ekor, apabila di pijit ada minyakyang keluar.
Selanjutnya kami dapat menyimpulkan struktur bulu ialah :
a.       Bulu sayap (Remiges)
b.      Bulu ekor (Rechices)
c.       Bulu penutup (Tectrices)
d.      Bulu kapas (plumulae) dan Bulu jarum (filoplumae)
e.       Kaki (tarsometatarsus) : mempunyai kulit dengan sisik-sisik tanduk (seperti reptile) jarinya terdapat empat buah dan arahnya 3 kebelakang dan 1 kedepan.
Sedangkan anatomi dalam dapat kami simpulkan dari hasil pembahasan diatas pada Burung Merpati ( Columba domestica ), dimulai dari Pengamatan tembolok, proventikulus, ventrikulus atau ampela, paru-paru, jantung, hati, usus halus, pancreas, limfa, usus besar, usus buntu, rectum, ginjal, ureter, ovarium, uterus dan kloaka.
















DAFTAR PUSTAKA

Kimball, John W. 1998. Biologi Jilid 2. Jakarta : Penerbit Erlangga.
Iskandar, T. 1998. Aves. Puslitbang Biologi, Bogor.
Kastowo, H. 1984. Anatomi Komparativa. Alumni, Bandung.
Prawiro, A. 1999. Biologi I. CV.Karang Asem, Semarang.
Sumanto. 1994. Fisiologi Hewan (Bio-4209). Fakultas Biologi UNS, Surakarta.
Fitriah Eka, S.Si. M.Pd. 2011. Panduan Praktikum Zoologi vertebrata. Cirebon : Pusat Laboratorium IAIN Syekh Nurdjati.






















LAPORAN PRAKTIKUM ZOOLOGI VERTEBRATA IKAN MAS ( Cyprinus carpio ) Dan IKAN LELE ( Claris batrachus )

LAPORAN PRAKTIKUM
ZOOLOGI VERTEBRATA
IKAN MAS ( Cyprinus carpio )
Dan
IKAN LELE ( Claris batrachus )

Diajukan untuk Memenuhi Tugas Mandiri Laporan Praktikum
Mata Kuliah : Zoologi Vertebrata
Dosen : Yuyun Maryuningsih, S.Si, M.Pd.

IAIN











Oleh :

NAMA                 : Wasilah
NIM                      : 59461291
KELAS                : Biologi D/4
KELOMPOK       : IV
ASISTTEN           : Abdul Majid
 Nia Dania



LABORATORIUM BIOLOGI
JURUSAN BIOLOGI FAKULTAS TARBIYAH
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) SYEKH NURDJATI
CIREBON
2010


IKAN MAS ( Cyprinus carpio )
Dan
IKAN LELE ( Claris batrachus )
I.                   TUJUAN
Untuk mengetahui Morfologi, Anatomi dan Taksonomi dari Ikan Mas dan Ikan Lele.

II.                LANDASAN TEORI
Ikan adalah anggota vertebrata poikilotermik (berdarah dingin) yang hidup di air dan bernapas dengan insang. Ikan merupakan kelompok vertebrata yang paling beraneka ragam dengan jumlah spesies lebih dari 27,000 di seluruh dunia. Secara taksonomi, ikan tergolong kelompok paraphyletic yang hubungan kekerabatannya masih diperdebatkan; biasanya ikan dibagi menjadi ikan tanpa rahang (kelas Agnatha), ikan bertulang rawan (kelas Chondrichthyes), dan sisanya tergolong ikan bertulang keras (kelas Osteichthyes). Insang berbentuk lembaran-lembaran tipis berwarna merah muda dan selalu lembap. Bagian terluar dari insang berhubungan dengan air, sedangkan bagian dalam berhubungan erat dengan kapiler-kapiler darah.
1.      HABITUS
Tubuh ikan dapat dibagi menjadi :
-          Kepala           : Mulai dari moncong sampai dengan batas tutup insang.
-          Badan           : Mulai dari belakang tutup insang sampai dengan anus.
-          Ekor  : Mulai dari belakang anus sampaidengan ujung sirip ekor.

2.      KEPALA
Pada bagian kepala dapat dijumpai adanya :
Lubang mulut ( moncong ), dapat ditarik kedepan, rabalah pada moncong yang ditarik dengan ujung jari maka akan terasa adanya tulang.
-          Premaksila     : Terletak paling ujung dari moncong bagian dorsal.
-          Admaksila     : Terletak sebelah posterior dari premaksila.
-          Maksila         : Terletak sebelah postero-laterai dari admaksila.
-          Dentale         : Merupakan tulang yang menyokong rahang bawah, terletak pada moncong sebelah bawah ( ventral ).
-          Lekuk Hidung          : Terletak pada tukak admaksila, didepan mata.
-          Mata              : Terletak postero-lateral dari lekuk hidung ( tidak mempunyai kelopak mata ).
3.      TUTUP INSANG
Terdiri dari empat potong tulang-tulang kecil, yaitu :
-          Operculum    : Terletak paling depan, merupakan tulang yang paling besar.
-          Pre-operculum           : Terletak paling depan, berupa tulang berbentuk sabit.
-          Inter-operculum        : Terletak antara operculum dan pre-operculum berupa tulang sempit berbentuk kerucut.
-          Sub-operculum          : potongan tulang keempat ini terletak posterior dari inter-operculum dan sebelah ventral dari operculum.
-          Membran Branchiostegi        : Merupakan selaput tipis dan pinggiran tutup insang sebelah posterior, berfungsi sebagai kelep untuk menahan air supaya tidak masuk kerongga insang.
-          Radial Branchiostegi                        : Berupa tiga pasang tulang-tulang membran Branchiostegi. Didalam tutup insang kita dapatkan adanya insang yang dibangun oleh lima lengkung insang yang hanya mempunyai empat filamen insang.


4.      BADAN
Seluruh badannya bersisisk. Pada kaki kanan badan terdapat linea lateralis atau gurat sisi yang memanjang dari belakang tutup insang sampai ekor. Gurat sisi ini berfungsi sebagai indera keenam untuk mengetahui besarnya arus dalam air. Tipe sisik ikan mas adalah Cycloid mempunyai garis-garis melingkar (sirkuler) dan garis-garis radier, serta berpigmen, terutama pada bagian yang tidak tertutup oleh sisik didepannya.

5.      ANUS
Berapa lubang pada sebelah ventro-posterior dari badan, sebagai tempat keluarnya faeces Porus urogenitalis, lubung ini terletak di sebelah posterior dari anus yaitu tempat keluarnya sel-sel kelamin dan air seni (urine), kedua lubang ini baik anus maupun porus urogenitalis terletak dalam satu celah.

6.      EKOR
Tipe ekor ikan mas adalah homocerk, yaitu simetris dorso-ventral dan luar sedangkan dilihat sebelah dalam dibangun oleh tulang-tulang yang asimetres di bagian dalam.
7.      ANGGOTA BADAN
Terdiri dari          :
-          Sepasang sirip dada (pecioral fin)
-          Sepasang sirip perut (abdominal fin)
-          Sirip dubur (anal fin)
-          Sirip punggung (dorsal fin)
-          Sirip ekor (caudal fin)
                     


   
III.             ALAT DAN BAHAN
III.1. ALAT
-          Bak preparat
-          Gunting
-          Cutter
-          Pinset
-          Penggaris
-          Alat tulis
-          Cairan chloroform
-          Jarum pentul

III.2. BAHAN
IKAN MAS ( Cyprinus carpio ) dan IKAN LELE ( Claris batrachus )

IV.             LANGKAH KERJA
1.      Menyiapkan semua peralatan yang akan digunakan.
2.      Melakukan pembiusan pada hewan yang ajan diamati.
3.      Mengamati bagian morfologi tubuhnya, lakukan pengukuran panjanng bagian-bagian tubuhnya dari bagian anterior sampai posterior, setelah diamati kemudian digambar.
4.      Kemudian melakukan pembedahan terhadap hewan tersebut. Mengamati bagian anatomi dan digambar.
5.      Membuat laporan sementara setelah selesai pengamatan.
6.      Merapihkan dan mempersihkan meja kerja setelah selesai melakukan pengamatan.





V.                HASIL PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN
V.1. HASIL PENGAMATAN
UKURAN TUBUH IKAN MAS        ( Cyprinus carpio )
1.      Panjang keseluruhan tubuh = 25 cm
2.      Tinggi keseluruhan tubuh = 11 cm
3.      Panjang badan ikan = 10 cm
4.      Tinggi badan ikan = 9,5 cm
5.      Panjang kepala ikan = 6 cm
6.      Tinggi kepala ikan = 5 cm
7.      Panjang ekor ikan = 4 cm
8.      Tinggi ekor ikan = 9 cm
9.      Panjang Sirip dorsal = 9,5 cm
10.  Tinggi sirip dorsal = 2,5 cm
11.  Panjang sirip dada = 3,5 cm
12.  Tinggi sirip dada = 3 cm
13.  Panjang sirip perut = 5 cm
14.  Tinggi sirip perut = 4 cm
15.  Panjang sirip anus = 4,5 cm
16.  Tinggi sirip anus = 4 cm
17.  Panjang sirip ekor = 4,5 cm
18.  Tinggi sirip ekor = 10 cm
19.  Lembaran insang = 4 cm
20.  Tipe sisik = Sikloid
21.  Diameter mata = 0,5 mm
22.  Tipe mulut = Dapat Disemburkan
23.  Panjang usus = 21,5 cm

UKURAN TUBUH IKAN LELE  (Claris batrachus )
1.      Panjang keseluruhan tubuh = 21 cm
2.      Tinggi keseluruhan tubuh = 5,5 cm
3.      Panjang badan ikan = 17 cm
4.      Tinggi badan ikan = 3 cm
5.      Panjang kepala ikan = 5,5 cm
6.      Tinggi kepala ikan = 4 cm
7.      Panjang ekor ikan = 3,5 cm
8.      Tinggi ekor ikan = 3 cm
9.      Panjang Sirip dorsal = 11,5 cm
10.  Tinggi sirip dorsal = 1,5 cm
11.  Panjang sirip dada = 1 cm
12.  Tinggi sirip dada = 1 cm
13.  Panjang sirip perut = 1,5 cm
14.  Tinggi sirip perut = 9 cm
15.  Panjang sirip anus = 1 cm
16.  Tinggi sirip anus = 1 cm
17.  Panjang sirip ekor = 2,5 cm
18.  Tinggi sirip ekor = 2 cm
19.  Lembaran insang = 4 Lembar
20.  Tipe sisik = Plakoid halus tanpa sisik
21.  Diameter mata = 0,5 mm
22.  Tipe mulut = Moncong
23.  Antenna Panjang = 6 cm
24.  Antenna Pendek = 1,5 cm
25.  Panjang usus = 32 cm







V.2. PEMBAHASAN
Dari hasil praktikum yang pertama tentang zoology vertebrata dengan kelas pisces, dapat kami jelaskan dari hasil pengamatan yang telah kami lakukan dengan spesies IKAN MAS ( Cyprinus carpio ) dan IKAN LELE ( Claris batrachus ). Ikan adalah anggota vertebrata poikilotermik (berdarah dingin) yang hidup di air dan bernapas dengan insang.
Yang pertama kami mengamati Ikan mas ( Cyprinus carpio )  merupakan jenis ikan konsumsi air tawar, berbadan memanjang pipih kesamping dan lunak, yang termsuk dalam golongan teleostei. Tubuhnya terbungkus oleh kulit yang bersisik, berenang dengan menggunakan sirip dan bernafas dengan menggunakan insang. Ikan Mas mempunyai ciri-ciri badan memanjang, agak pipih, lipatan mulut dengan bibir yang halus, dua pasang kumis (babels). Ikan Mas termasuk kedalam hewan pemakan segala (omnivora) yang antaralain memakan serangga kecil, siput cacing, sampah dapur, potongan ikan, dan lain-lain. Dan tipe ekor homocerk ( bentuknya teratur ).








Mulut kecil, membelah bagian depan kepala. Sepasang mata bisa dibilang cukup besar terletak di bagian tengah kepala di kiri, dan kanan denagan diameter 0,5 mm. Sepasang lubang hidung terletak di bagian kepala. Sepasang tutup insang terletak di bagian belakang kepala. Didalam moncong atau mulut ikan mas terdapat operculum, pre-operculum dan inter-operculum. Selain itu, pada bagian bawah kepala memiliki dua pasang kumis sungut yang pendek. Ikan mas memiliki lima buah sirip, yaitu sirip punggung ( dorsal fin ) dengan panjang 9,5 cm dan tinggi 2,5 cm, sirip dada ( pecioral fin ) dengan panjang 3,5 cm dan tinggi 3 cm, sirip perut (abdominal fin ) dengan panjang 5 cm dan tinggi 4 cm, sirip dubur ( anal fin ) dengan panjang 4,5 cm dan tinggi 4 cm, dan sirip ekor ( caudal fin ) dengan panjang 4,5 cm dan tinggi 10 cm. Sirip punggung panjang terletak di bagian punggung. Sirip dada sepasang terletak di belakang tutup insang, dengan satu jari-jari keras, dan yang lainnya berjari-jari lemah. Sirip perut hanya satu terletak pada perut. Sirip dubur hanya terletak di belakang dubur. Sirip ekor juga hanya satu, terletak di belakang, dengan bentuk cagak. Insang berbentuk lembaran- lembaran tipis berwarna merah muda dan selalu lembap terdapat 4 lembar insang pada ikan mas ( Cyprinus carpio ). Bagian terluar dari insang berhubungan dengan air, sedangkan bagian dalam berhubungan erat dengan kapiler-kapiler darah. Tiap lembaran insang terdiri dari sepasang filamen, dan tiap filamen mengandung banyak lapisan tipis (lamela). Pada filamen terdapat pembuluh darah yang memiliki banyak kapiler sehingga memungkinkan OZ berdifusi masuk dan CO2 berdifusi keluar. Insang pada ikan bertulang sejati ditutupi oleh tutup insang yang disebut operkulum, sedangkan insang pada ikan bertulang rawan tidak ditutupi oleh operkulum.
 






Dengan klasifikasi IKAN MAS ( Cyprinus carpio ) sebagai berikut :
Filum             : Chodata
Kelas             : Pisces
Sub Kelas      : Teleostei
Ordo              : Ostariophysi
Sub Ordo       : Cyprinoidea
Famili            : Cyprinidea
Genus            : Cyprinus
Spesies           : Cyprinus caprio L.





Insang tidak saja berfungsi sebagai alat pernapasan tetapi dapat pula berfungsi sebagai alat ekskresi garam-garam, penyaring makanan, alat pertukaran ion, dan osmoregulator. ikan mempunyai gelembung renang yang terletak di dekat punggung. salah satu penyesuaian ikan terhadap lingkungan ialah pengaturan keseimbangan air dan garam dalam jaringan tubuhnya, karena sebagian hewan vertebrata air mengandung garam dengan konsentrasi yang berbeda dari media lingkungannya.  Pada ikan mas juga terdapat Vesica metatoria dengan panjang 7 cm yang berfungsi sebagai pengatur tekanan osmotiknya untuk memelihara keseimbangan cairan tubuhnya setiap waktu ketika didalam air.
 







Secara morfologis, ikan mas mempunyai bentuk tubuh agak memanjang dan memipih tegak. Mulut terletak di ujung tengah dan dapat disembulkan. Bagian anterior mulut terdapat dua pasang sungut berukuran pendek. Dan hampir seluruh tubuh ikan mas ditutupi sisik dan hanya sebagian kecil saja yang tubuhnya tidak ditutupi sisik. Sisik ikan mas berukuran relatif besar dan digolongkan dalam tipe sisik sikloid karena berbentuk melingkar dan beruas – ruas, ada berwarna hijau, biru, merah, kuning keemasan atau kombinasi dari warna-warna tersebut sesuai dengan rasnya. Dengan tipe ekor homocerk karena bentuknya teratur. Sedangkan untuk mengetahui  dan membedakan ikan jantan dan betina dapat dilihat dari cairan yang keluar dari anus, kalau jantan keluar cairan warna putih dan kalau betina keluar cairan warna kuning.
Yang kedua kami mengamati IKAN LELE ( Claris batrachus ) Tidak seperti ikan lainya, agak sulit untuk mengatakan bentuk badan lele secara tepat. Tengah badanya mempunyai potongan membulat, dengan kepala pipih kebawah (depressed), sedangkan bagian belakang tubuhnya berbentuk pipih kesamping (compressed), jadi pada lele ditemukan tiga bentuk potongan melintang ( pipih kebawah, bulat dan pipih kesamping). Kepala bagian atas dan bawah tertutup oleh pelat tulang. Pelat ini membentuk ruangan rongga diatas insang. Disinilah terdapat alat pernapasan tambahan yang tergabung dengan busur insang kedua dan keempat. Mulut berada diujung moncng (terminal), dengan dihiasi 4 pasang sungut. Lubang hidung yang depan merupakan tabung pendek berada dibelakang bibir atas, lubang hidung sebelah belakang merupakan celah yang kurang lebih bundar berada di belakang sungut nasal. Mata berbentuk kecil dengan tepi orbitalyang bebas.

Dengan klasifikasi IKAN LELE ( Claris batrachus ) sebagai berikut :
Kingdom         : Animalia
Sub-kingdom  : Metazoa
Phyllum           : Chordata
Sub-phyllum   : Vertebrata
Kelas             : Pisces
Sub-klas        : Teleostei
Ordo              : Ostariophysi
Sub-ordo       : Siluroidea
Familia           : Clariidae
Genus            : Clarias
Species          : Clarias batrachus
Sirip ekor membulat, tidak bergabung dengan sirip punggung maupun sirip anal. Sirip perut berbentuk membulat dan panjangnya mencapai sirip anal. Sirip dada dilengkapi sepasang duri tajam / patil. Patil ini beracun terutama pada ikan ikan remaja, sedangkan padaikan yang tua sudah agak berkurang racunya. Ikan ini memiliki kulit berlendir dan tidak bersisik (mempunyai pigmen hitam yang berubah menjadi pucat bila terkena cahaya matahari, dua buah lubang penciuman yang terletak dibelakang bibir atas, sirip punggung dan dubur memanjang sampai ke pangkal ekor namun tidak menyatu dengan sirip ekor.







Ikan lele memiliki alat pernapasan tambahan yang disebut Aborescen organ yang merupakan menbran yang berlipat-lipat penuh dengan kapiler darah. Alat ini terletak didalam ruangan sebelah atas insang. Dalam sejarah hidupnya lele lele harus mengambil oksigen dari udara langsung, untuk itu ia akan menyembul kepermukaan air. Pada ikan lele, Dan terdapat gonat sebagai tempat pembentkan sel telur atau alat kopulasi. gonad ikan lele jantan dapat dibedakan dari ciri-cirinya yang memiliki gerigi pada salah satu sisi gonadnya, warna lebih gelap, dan memiliki ukuran gonad lebih kecil dari pada betinanya. Sedangkan, gonad betina ikan lele berwarna lebih kuning, terlihat bintik-bintik telur yang terdapat di dalamnya, dan kedua bagian sisinya mulus tidak bergerigi. Sedangkan organ – organ lainya dari ikan lele itu sendiri terdiri dari jantung, empedu, labirin, gonad, hati, lambung dan anus. Ikan Lele memiliki lima buah sirip, yaitu sirip punggung ( dorsal fin ) dengan panjang 11,5 cm dan tinggi 1,5 cm, sirip dada ( pecioral fin ) dengan panjang 1 cm dan tinggi 1,5 cm, sirip perut (abdominal fin ) dengan panjang 1 cm dan tinggi 1,5 cm, sirip dubur ( anal fin ) dengan panjang 9 cm dan tinggi 1 cm, dan sirip ekor ( caudal fin ) dengan panjang 2,5 cm dan tinggi 1 cm..
Ikan Lele mempunyai labirin yang merupakan perluasan ke atas dari insang dan membentuk lipatan-lipatan sehingga merupakan rongga-rongga tidak teratur. Labirin ini berbentuk seperti bunga karang dan dapat berfungsi menyimpan cadangan 02 sehingga ikan tahan pada kondisi yang kekurangan 02. Untuk menyimpan cadangan 02, selain dengan labirin. Insang tidak saja berfungsi sebagai alat pernapasan tetapi dapat pula berfungsi sebagai alat ekskresi garam-garam, penyaring makanan, alat pertukaran ion, dan osmoregulator. Beberapa jenis ikan mempunyai labirin yang berbentuk seperti bunga karang yang merupakan perluasan ke atas dari insang dan membentuk lipatan-lipatan sehingga merupakan rongga-rongga tidak teratur. Labirin ini berfungsi menyimpan cadangan 02 sehingga ikan tahan pada kondisi yang kekurangan 02. Contoh ikan yang mempunyai labirin adalah: ikan gabus dan ikan lele. Untuk menyimpan cadangan 02, selain dengan labirin, ikan mempunyai gelembung renang yang terletak di dekat punggung. Mekanisme pernapasan pada ikan melalui 2 tahap, yakni inspirasi dan ekspirasi. Pada fase inspirasi, 02 dari air masuk ke dalam insang kemudian 02 diikat oleh kapiler darah untuk dibawa ke jaringan-jaringan yang membutuhkan. Sebaliknya pada fase ekspirasi, C02 yang dibawa oleh darah dari jaringan akan bermuara ke insang dan dari insang diekskresikan keluar tubuh.





























VI.             KESIMPULAN

Dapat kami simpulkan dari hasil praktikum yang telah kami lakukan dengan spesies yang kami amati spesies IKAN MAS ( Cyprinus carpio ) dan IKAN LELE ( Claris batrachus ).
 Pada Ikan Mas ikan mas ( Cyprinus carpio )  dapat kami simpulkan
1.      mempunyai bentuk tubuh agak memanjang dan memipih tegak. Lipatan mulut dengan bibir yang halus, dua pasang kumis (babels). Dan termasuk hewan omnivora atau pemakan segala.
2.      Mulut terletak di ujung tengah dan dapat disembulkan. Bagian anterior mulut terdapat dua pasang sungut berukuran pendek.
3.      Hampir seluruh tubuh ikan mas ditutupi sisik dan hanya sebagian kecil saja yang tubuhnya tidak ditutupi sisik. Sisik ikan mas berukuran relatif besar dan digolongkan dalam tipe sisik sikloid karena berbentuk melingkar dan beruas – ruas, Dengan tipe ekor homocerk karena bentuknya teratur.
4.      untuk mengetahui  dan membedakan ikan jantan dan betina dapat dilihat dari cairan yang keluar dari anus, kalau jantan keluar cairan warna putih dan kalau betina keluar cairan warna kuning.

Sedangkan Ikan Lele ( Claris batrachus ) dapat kami simpulkan
mempunyai labirin yang merupakan perluasan ke atas dari insang dan membentuk lipatan-lipatan sehingga merupakan rongga-rongga tidak teratur. Labirin ini berbentuk seperti bunga karang dan dapat berfungsi menyimpan cadangan 02 sehingga ikan tahan pada kondisi yang kekurangan 02. Untuk menyimpan cadangan 02, selain dengan labirin. Insang tidak saja berfungsi sebagai alat pernapasan tetapi dapat pula berfungsi sebagai alat ekskresi garam-garam, penyaring makanan, alat pertukaran ion, dan osmoregulator. pada ikan lele terdapat perbedaan pada ikan ini memiiki Labirin yang berbentuk seperti bunga karang  yang berfungsi sebagai alat bantu pernapasan ketika dilumpur, selanjutnya terdapat kelenjar gonat warna kuning sebagai tempat pembentukan sel telur atau kopulasi.


























DAFTAR PUSTAKA
Dody Hidayat dkk, 2004, Ensiklopedia umum dan IPTEK. Jakarta. PT.Lentera Abadi.
Grolier International. INC. 1988. Ilmu Pengetahuan popular jilid 5. Jakarta. PT.Widyadara.
Campbell, Reece, Mitchell. 2003. Biologi jilid II dan III. Jakarta. Erlangga.
Fitriah Eka, S.Si. M.Pd. 2011. Panduan Praktikum Zoologi vertebrata. Cirebon : Pusat Laboratorium IAIN Syekh Nurdjati.
Kimball, John W. 1998. Biologi Jilid 2. Jakarta : Penerbit Erlangga.
Budiarti, Asiani, Palungkun, Roni, 1992. Dunia ikan Jakarta : Penebar Swadaya.